Cuma Rekam Buat Kenangan, Nggak Bakal Diupload Kok
Gue peluk dia dari belakang sambil bisikin, "Sayang, aku pengen rekam ya, cuma buat kenangan kita, nggak bakal aku share ke siapa-siapa." Dia sempet ragu tapi akhirnya senyum malu-malu dan ngangguk pelan. Gue langsung nyiapin kamera, naro di posisi yang pas biar bisa ngerekam semua gerakan tubuhnya yang menggoda. Dia telanjang pelan-pelan, sambil tatap kamera dengan mata manja, bikin gue makin susah nahan hasrat. Saat gue mulai sentuh tubuhnya, dia nggak nolak, malah ngeluh pelan dan ngerespon tiap belaian gue dengan penuh gairah.
Kami mulai main, dari ciuman panas sampe gerakan tubuh yang makin liar. Dia kadang liat kamera sambil senyum genit, kadang juga nutup mata karena keenakan. Suara desahannya, cara dia goyangin pinggul, semuanya terekam jelas dan bikin gue makin terangsang tiap kali nonton ulang. Setelah selesai, dia peluk gue erat sambil bilang, "Tapi janji ya, cuma kita berdua yang boleh lihat ini." Gue cium keningnya dan jawab, "Janji, ini cuma buat kita berdua."
Kami mulai main, dari ciuman panas sampe gerakan tubuh yang makin liar. Dia kadang liat kamera sambil senyum genit, kadang juga nutup mata karena keenakan. Suara desahannya, cara dia goyangin pinggul, semuanya terekam jelas dan bikin gue makin terangsang tiap kali nonton ulang. Setelah selesai, dia peluk gue erat sambil bilang, "Tapi janji ya, cuma kita berdua yang boleh lihat ini." Gue cium keningnya dan jawab, "Janji, ini cuma buat kita berdua."











